Permintaan TKI ke luar negeri selama Tahun 2010 – 2015 mengalami penurunan, pada tahun 2015 sendiri jumlah TKI dari berbagai sektor han...


Permintaan TKI ke luar negeri selama Tahun 2010 – 2015 mengalami penurunan, pada tahun 2015 sendiri jumlah TKI dari berbagai sektor hanya berjumlah 105.774 orang. Analisis yang dilakukan mencoba mengesampingkan data 2010 -2012 karena data tersebut adalah data estimasi.
Permintaan Tenaga kerja indonesia di luar negeri kebanyakan adalah di sektor Pertanian, Perkebunan & Perikanan,yaitu sebesar 64.229 orang di tahun 2015, angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya namun secara keseluruan tenaga kerja yang berada di sektor pertanian tersebut mengalami penurunan dari tahun 2013. Sedangkan sektor yang sedikit jumlah tenaga kerjanya adalah sektor keuangan, memang dalam sektor keuangan ini dibutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi yang tinggi sedangkan rata rata sumber daya manusia di indonesia masih rendah.

Tabel 3.3 Jumlah Permintaan TKI ke Luar Negeri 2010 – 2015
NO
SEKTOR
2010*
2011*
2012*
2013
2014
2015
1
Konstruksi
58,430
58,701
58,973
26,106
126,605
26.649
2
Pertambangan, Oil & Gas
157,951
130,250
102,549
55,426
2,889
24
3
Informatika Teknologi
1,376
1,342
1,308
92
3,501
24
4
Industri / Manufactur
873,520
721,948
570,376
317,554
15,017
14.411
5
Pertanian, Perkebunan & Perikanan
198,417
171,796
145,175
117,541
14,095
64.299
6
Hospitality
13,129
11,208
9,288
3,944
6,531
103
7
Kesehatan
533,348
439,939
346,530
186,902
11,926
85
8
Transportasi
14,113
11,645
9,177
5,035
185
99
9
Keuangam
433
365
298
141
139
6
10
Jasa
3,454
3,322
3,190
334
7,977
70
11
Lain Lain
735
737
739
-
2,230
4
Total
1,854,904
1,551,252
1,247,601
713,075
191,095
105,774
Sumber : Pusat Penelitian Pengembangan Dan Informasi (PUSLITFO BNP2TKI)
* = Angka estimasi






Tabel 3.4 Jumlah Penempatan TKI ke Luar Negeri 2011 – 2015
Indikator
2011
2012
2013
2014
2015
TKI Formal
266,191
258,411
285,297
247,610
152,394
TKI Informal
320,611
236,198
226,871
182,262
123,342
Total
586,802
494,609
512,168
429,872
275,736
TKI Laki Laki
210,116
214,825
235,170
186,243
108,965
TKI Perempuan
376,686
279,784
276,998
243,629
166,771
Total
586,802
494,609
512,168
429,872
275,736
Sumber : Pusat Penelitian Pengembangan Dan Informasi (PUSLITFO BNP2TKI)

Penempatan TKI ke luar negeri selama tahun 2011 -2012 mencapai 586.802 orang ditahun 2011 dan 275,736 orang ditahun 2015 ini mengalami penurunan sebesar 311.066 orang, penempatan tenaga kerja indonesia di luar negeri terdiri atas sektor formal 55 % dan sektor informal 45 % setiap tahunnya sektor formal mengalami peningkatan dan sebaliknya sektor informal mengalami penurunan. Dari jumlah tersebut, untuk sektor formal maupun informal lebih banyak ditempatkan tenaga kerja perempuan (60% ditahun 2015)..

Tabel 3.5 Penempatan TKI berdasarkan Tingkat Pendidikan

Sumber : Pusat Penelitian Pengembangan Dan Informasi (PUSLITFO BNP2TKI)

Tabel 3.5. menunjukkan bahwa proporsi penempatan TKI ke luar negeri pada tahun 2012 – 2015 didominasi oleh tenaga kerja lulusan sekolah menengah pertama yaitu sebesar 39% di than 2015. Sedangkan contributor TKI yang paling sedikit berasal dari lulusan pasca sarjana yaitu 0% di tahun 2015. Kawasan Penempatan paling banyak adalah asia pasifik dan amerika, dimana TKI banyak ditempatkan di wilayah Malaysia yaitu sebanyak 127,827 tenaga kerja pada tahun 2014, sedangakn di kawasan timur tengah yang paling banyak adalah Arab Saudi yaitu sebanyak 44,325 tenaga kerja, namun di ero masih sedikit, apa lagi di inggris, hanya 257 tenaga kerja Indonesia yang berada disana.
Tabel 3.6 Penempatan TKI berdasarkan Kawasan
Kawasan Penempatan
2013
2014
Laki-Laki
Perempuan
Jumlah
Laki-Laki
Perempuan
Jumlah
Asia Pasifik dan Amerika
188,945
179,954
368,899
148,308
173,911
322,219
Timur Tengah dan Afrika
35,673
95,677
131,350
32,445
68,531
100,976
Eropa
10,552
1,367
11,919
5,490
1,187
6,677
Jumlah
235,170
276,998
512,168
186,243
243,629
429,872
Sumber : Badan Pusat Statistik (diolah)

Pada tahun 2013 jumlah penempatan TKI ke luar negeri (512.168 orang) lebih kecil dari jumlah permintaan (713.075 orang). Sedangkan 2014 jumlah penempatan TKI ke luar negeri (429.872 orang) lebih besar dari jumlah permintaan (191.095 orang). Ada kemungkinan bahawa Hal ini disebabkan jumlah penempatan TKI di sektor informal turun menjadi 226,871 orang sehingga jumlah permintaaan lebh banyak.
Pusat penelitian pengembangan dan informasi badan nasional penempatan dan perlindungan tenaga kerja indonesia (PUSLITFO BNP2TKI) telah memberikan informasi terkait permasalahan yang dihadapi TKI, masalah tersebut diantaranya adalah PHK sepihak, Majikan bermasalah, sakit akibat kerja, Gaji tidak dibayar, Penganiayaan, Pelecehan seksual, Pekerjaan tidak sesuai, Dokumen tidak lengkap, Sakit bawaan, Majikan meninggal, Kecelakaan kerja, TKI hamil, Membawa anak, Tidak mampu bekerja, Komunikasi tidak lancar,
            Pelayanan masalah yang sering dilakukan adlah pemutusn hubungan kerja secara sepihak, yaitu 22,123 pada tahun 2010 dan 8,152 pada tahun 2013, angka ini terus mengalami penurunan, secara keseluruhan pelayanan masalah TKI semakin berkurang yang pada tahun 2010 berjumlah 60,399 dan dithun 2013 menjadi 19,741.
            Berdasarkan data 20 terbesar pengaduan berdasarkan jenis masalah yang dihadapi TKI pada tahun 2012 – 2015 menunjukan bahwa TKI ingin dioulangkan yaitu sebesar 3.427 sedangkan yag paling sedikit adalah pengaduan pelecehan seksual yaitu 130 orang saja. Berdasarkan data lainnya juga terungkap bahwa masalah TKI di tempat kerja adalah gaji yang tidak dibayarkan dengan prosentase sebanyak 47,5%

 Tabel 3.7 Jumlah Masalah TKI Tahun 2012 - 2015
NO
JENIS KASUS
2010
2011
2012
2013
1
PHK sepihak
22,123
11,804
9,088
8,152
2
Majikan bermasalah
4,358
9,695
7,221
3,231
3
sakit akibat kerja
12,772
7,263
4,959
2,123
4
Gaji tidak dibayar
2,874
1,723
2,139
1,235
5
Penganiayaan
4,336
2,137
1,633
971
6
Pelecehan seksual
2,978
2,186
1,202
476
7
Pekerjaan tidak sesuai
989
744
884
694
8
Dokumen tidak lengkap
1,894
1,454
699
1,146
9
Sakit bawaan
1,773
2,328
570
366
10
Majikan meninggal
677
633
532
116
11
Kecelakaan kerja
867
732
431
142
12
TKI hamil
471
531
307
143
13
Membawa anak
161
402
214
157
14
Tidak mampu bekerja
868
290
205
197
15
Komunikasi tidak lancar
534
415
188
38
16
lain lain
2,734
2,095
1,256
554
Total
60,399
44,432
21,528
19,741
Sumber : Pusat Penelitian Pengembangan Dan Informasi (PUSLITFO BNP2TKI)

Tingkat pendidikan sangat berpengaruh terhadap penguasaan bahasa serta budaya negara tujuan dan akses informasi teknologi. Selain perilaku majikan atau pengguna tenaga kerja yang kurang menghargai dan menghormati hak-hak pekerja berpotensi menimbulkan berbagai masalah bagi TKI. Karakter majikan dan keluarganya yang keras acapkali menjadi sebab terjadinya kasus kekerasan.
Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah (Depnakertrans) dalam melindungi TKI di luar negeri antara lain a) mengeluarkan Surat Keputusan Menakertrans Nomor 157/MEN/2003 tentang Asuransi Perlindungan TKI di Luar Negeri; b) me-nandatangani perjanjian kerjasama penempatan TKI (MoU) dengan beberapa negara penerima TKI yaitu Yordania serta Kuwait (1996) dan Malaysia (2004); c) melakukan pendampingan para TKI di beberapa negara (Arab Saudi, Kuwait dan Malaysia) oleh tim advokasi, yang beranggotakan mahasiswa dan PNS yang bekerja di negara itu serta pengacara lokal dari negara setempat. Tim advokasi ini bertugas mendata, memantau dan membela TKI di luar negeri; d) memberlakukan sistem satu pintu untuk pengiriman TKI ke Singapura melalui embarkasi Batam; e) meningkatkan kualitas TKI yang akan ditempatkan ke luar negeri, khususnya untuk pembantu rumah tangga (PRT) dibatasi minimal berpendidikan SLTP. Mereka diharapkan mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam keterampilan kerja, penguasaan bahasa negara tujuan dan mempunyai kesiapan mental yang lebih baik serta sudah memenuhi syarat usia minimum TKI; f) mendesak Komisi VII DPR-RI segera mengesahkan Undang-Undang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri; g) melakukan koordinasi dengan instansi terkait di negara penerima TKI dalam penanganan penempatan dan perlindungan TKI.


Fiskal hari ini menjadi sedikit lebih berwarna, pemerintahan di era bapak Jokowi membuat sebuah fenomena baru dalam dunia fiskal indone...


Fiskal hari ini menjadi sedikit lebih berwarna, pemerintahan di era bapak Jokowi membuat sebuah fenomena baru dalam dunia fiskal indonesia, meskipun kebijakan ini bukan yang pertama kalinya tapi kebijakan ini masih belum familiar ditelinga masyarakat indonesia, tepat pada tanggal 1 juli 2016 pemerintah bersama dengan DPR mengesahkan UU Pengampunan pajak, peraturan tersebut tidak langsung diterima begitu saja oleh masyarakat, perdebatan pro kontra mewarnai perjalanan undang undang ini namun bisa dipastikan sampai hari ini tidak ada pihak kontra yang melaporkan kejanggalan dari instannya UU pengampunan pajak ini. Ada beberapa point penting dalam pengampunan pajak 2016 diantaranya adalah mengapa itu dilakukan, bagaimana pelaksanaan pengampunannya, serta kemungkinan – kemungkinan apa saja yang akan terjadi dari pengampunan pajak ini.

Referensi dari pengampunan pajak (tax amnesty) sudah banyak diperbincangkan, namun tidak ada alasan pasti mengapa tax amnesty ini diterapkan. Salah satu hasil penelusuran tim menemukan bahwa tax amnesty muncul dari tindak lanjut isu panama papers, 2.961 nama orang indonesia ada diantara 214.000 nama pengusaha / perusahaan yang diperkirakan mendirikan perusahaan offshore di panama yang tentu mereka tanpa membayar pajak ke negara, melihat potensi dana masayarakat indonesia yang besar di luar negeri membuat pemerintah berusaha keras menarik dana tersebut, alhasil lahirlah kebijakan pengampun pajak. Ada lagi alasan lain lahirnya kebijakan ini, yaitu upaya untuk merealisasikan target penerimaan pajak yang jauh berkurang di tahun ini, sampai hari ini penerimaan pajak masih belum mencapai target 75% dari APBN 2016 yaitu Rp 1.306,2 triliun. Jauhnya realisasi penerimaan pajak membuat pemerintah berfikir untuk mencari jalan tikus mengenjot penerimaan Negara, sehingga potensi dana dari wajib pajak yang belum dibayarkan harus ditarik karena jumlahnya cukup besar, penarikan tersebut dikemas dalam sebuah kebijakan pengampunan pajak. Satu lagi yang menyebabkan munculnya kebijakan ini adalah upaya pemerintah untuk mendorong pembangunan infrastruktur secara masal dimana kondisnya adalah belanja pemerintah membengkak sedangkan penerimaan cenderung menurun sehingga deficit anggaran semakin besar, yang ujungnya butuh penerimaan tambahan. Disadarai atau tidak dari serangkaian alasan munculnya kebijakan ini keseluruhannya berkaitan satu sama lain esensinya adalah pengeluaran meningkat, penerimaan turun sehingga butuh dana tambahan potensi dana pajak yang tidak dibayarkan besar akhirnya munculah kebijakan pengampunan pajak.

Kantor pelayanan pajak pratama (KPP) sebagai lembaga pelaksana kebijakan tax amnesty sudah menjalankan kebijakan ini sejak tanggal 18 juli 2016, dari informasi tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa kebijakan ini cukup instan, karena hanya butuh waktu 17 hari untuk menerapkan UU ini, entah sumber daya dan sarana pendukung lainnya sudah siap atau belum namun dari informasi yang dihimpun oleh tim sektor dari pegawai KPP menyatakan bahwa tidak ada masalah serius dalam menerapkan kebijakan ini karena diawal tahun semua sumber daya sudah dipersiapkan dengan matang sehingga ketika UU ini disahkan pegawai pajak sudah siap untuk melaksanakannya. Persiapan yang dibutuhkan hanya ruangan khusus untuk wajib pajak yang mengurus tax amnesty, terkait formulir laporan tax amnesty dan berkas dokumen lainnya sudah disiap  sejak awal rancangan UU ini disusun.

Respon awal wajib pajak  terhadap kebijakan tax amnesty tidak seberapa signifikan, baik wajib pajak perorangan maupun badan membutuhkan sosialisasi terlebih dahulu oleh pegawai pajak, namun dari informasi yang dapat kita himpun, setiap hari pasti ada wajib pajak yang datang. Pelaksanaan sosialisasi dilakukan setiap hari senin, selasa, dan rabu dimulai pagi sampai sore hari dengan metode kelas pajak, selain itu juga dilakukan dengan metode jemput bola yaitu dengan mendatangi wajib pajak di kantor pemerintahan dan perbankan. Setelah pelaksanaan sosialisasi tax amnesty, ada aliran dana kurang lebih 100 juta masuk ke KPP disalah satu daerah di indonesia hasil program tax amnesty, hal ini diperkiraan meningkat sampai bulan maret 2017 (akhir dari program tax amnesty). Namun dalam keseluruan pelaksanaan sosialisasi yang sudah dilakukan tidak sedikit wajib pajak yang menginginkan agar sosialisasi yang dilakukan semakin diperbanyak, untuk mengatasi hal tersebut maka kantor pajak membuka stan atau helpdesk untuk sosialisasi tax amnesty.

Pelaksana kebijakan ini merasa sangat optimis bahwa kebijakan pengampunan pajak pemerintah ini sukses, karena lebh banyak manfaat yang didapatkan oleh wajib pajak, di wilayah KPP ini kebanyakan dari target tax amnestynya berasal dari wajib pajak dalam negeri. Kebijakan ini tidak luput dari kritikan dari pelaksana di daerah, dimana kita mengetahui bahwa waktu tax amnesty hanya 9 bulan sedangkan wilayah kantor pajak di daerah memiliki wilayah kerja yang luas sekaligus juga membutuhkan sosialisasi yag lebih lama oleh karena itu untuk waktu pelaksanaan pengampunan pajak di daerah dirasa kurang. Selain itu juga, kita mengetahui bahwa tarif pengampunan pajak setiap triwulan itu berbeda sehingga dengan wilayah kerja kantor pajak daerah yang luas akan dimungkinkan ada kesalahan komunikasi antar kebijakan dengan wajib pajak.

Tidak ada pengaruh peningkatan NPWB dari tax amnesty, karena peningkatan  NPWP bukan target utama dari kebijkan ini, target utamanya adalah pengoptimalan dana yang belum dibayarkan oleh wajib pajak, setiap kantor pajak daerah memiliki target penerimaan tax amnesty, untuk menyukseskan program ini, pemerintah sudah bekerjasama dengan 55 gateway untuk menampung dana pajak, dalam perencanaannya dana pajak yang terhimpun dari tax amnesty akan diinvestasikan pada seluruh sektor di indonesia baik sektor keuangan, riil maupun infrastruktur, dana yang ada harus berada di dalam negeri selama 3 tahun. Kebijakan pendukung lainnya yang akan disiapkan adalah penurunan tarif pajak dari 25% menjadi 17%. Sehingga dari dana tersebut ada kemungkinan untuk dikelola dan dikembangkan menjadi efek penganda yang besar yang pada nantinya pembangunan berkembang dan masyarakat indonesia akan sejahtera.

Pengampunan pajak pemerintah menjadi hal yang perlu dikawal bersama, terlepas dari berbagai alasan yang menyertainya, kebijakan ini dirasa mampu mendongkrak penerimaan Negara, sampai pada tanggal 10 Agustus 2016 wajib pajak yang mengikuti tax amnesty sudah 1.810 peserta dengan jumlah dana sebesar Rp 11.8 triliun, selain itu juga beberapa Negara memberikan respon positif.


Pengampunan pajak adalah umpan pemerintah untuk sejahterakan masyarakatnya.
NB : artikel ini dimuat dimajalah sektor edisi 32 tahun 2016

“ Kemiskinan bukan hanya soal pendapatan, pendidikan dan kesehatan tapi tentang AKSESIBILITAS pemenuhan kebutuhan“ Artikel ini sebag...


“ Kemiskinan bukan hanya soal pendapatan, pendidikan dan kesehatan tapi tentang AKSESIBILITAS pemenuhan kebutuhan“

Artikel ini sebagai kontemplasi tentang 71 tahun kemerdekaan indonesia. Kemiskinan selalu hadir disetiap tahun indonesia merdeka bahkan sebelum merdekapun bangsa ini sudah mengalami kemiskinan. Tidak ada referensi yang jelas tentang kapan dan bagaimana kemiskinan itu ada di indonesia, namun kita patut percaya bahwa kemiskinan ada sejak manusia mengenal kata miskin dan akan hilang ketika kata miskin tidak lagi digunakan.

Definisi dan alat ukur kemiskinan selama ini masih terlalu kaku dalam menentukan siapa dan berapa jumlah masyarakat miskin di indonesia, hanya karena pendapatan, jumlah asupan gizi, sanitasi dan rumah, masyarakat bisa dikategorikan miskin. Sehingga siapa dan berapa jumlah masyarakat miskin di setiap wilayah berbeda, data yang ada tidak bisa mencerminkan kondisi riil kemiskinan di indonesia.

Melihat kemiskinan bukan lewat angka pasti pada berbagai situs penyedia data, ataupun beberapa karya tulis ilmiah mahasiswa. Kemiskinan akan tampak secara jelas ketika kita langsung turun ke pemukiman masyarakat yang memiliki aksesibilitas yang rendah.  Apakah masyarakat yang berpenghasilan Rp 400.000  satu bulan bisa dikategorikan miskin ? atau bisakah masyarakat yang tidak memiliki rumah berlantai keramik dan sanitasi yang baik dapat dikategorikan miskin ? tentu tidak, pengamatan dan survey yang telah saya lakukan di wilayah kabupaten Bojonegoro dan Jombang beberapa hari lalu telah merubah definisi kemiskinan yang selama ini kita gunakan. Kemiskinan sangat identik dengan akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. Masyarakat desa tidak bisa dikatakan miskin hanya karena mereka tidak berpenghasilan 1.25$ setiap hari, ataupun masyarakat kota tidak bisa dikatakan tidak miskin hanya karena pendapatannya lebih dari 1.25$ setiap hari, masyarakat desa dan kota yang dikatakan miskin adalah masyarakat yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu alat ukur kemiskinan secara pasti adalah langsung turun dan melihat langsung aksesibilitas masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Tujuh puluh satu tahun kemiskinan indonesia perlu dievaluasi, mulai dari aspek definisi dan alat ukur, jumlah dan tren kemiskinan sampai program pengentasannya. Kita sudah melihat ketidak akuratan definisi dan alat ukur kemiskinan di indonesia, karenanya jumlah penduduk yang sebenarnya miskin tidak dimasukan kategori miskin dan berlaku sebaliknya, pun demikian dengan alat ukurnya. Definisi dan alat ukur yang kurang akurat menjadikan jumlah penduduk miskin di indonesia dan tren kemiskinan di indonesia juga tidak akurat, angka angka kemiskinan yang sering ditampilkan oleh BPS dan lembaga penyedia data lainya masih dipertanyakan dalam kondisi riil di masyarakat, apakah jumlah tersebut sama dengan jumlah masyarakat miskin di indonesia, tentu tidak terlalu banyak asumsi dalam penghitungan jumlah masyarakat miskin yang ada, tren kemiskinan yang cenderung menurun hanya berdasarkan data bukan riil dilapangan, tidak sedikit masyarakat yang mengalami kesulitan akses untuk memperoleh kebutuhan di wilayah desa kedungadem dan jipurapah, kedua desa tersebut secara nyata mengalami kesulitan akses namun masyarakat desa tersebut tidak mau dikatakan miskin, sehingga pendekatan kemiskinan harusnya berubah dari yang kuantitatif dengan angka angka mutlak berganti pendekatan kualitatif yang memprioritaskan akses pemenuhan kebutuhan untuk kesejahteraan. Program pengentasan kemiskinan sering berganti di setiap era kepemimpinan presiden baru, ada kebijakan kebijakan pengentasan kemiskinan yang sejatinya sama namun dikemas ulang dengan nama berbeda agar ada pembaharuan saja, terkait program pengentasan kemiskinan di era presiden sekarang yaitu kartu sakti dinilai tidak ada kebermanfaatannya karena kartu indonesia sejahtera dikalangan masyarakat desa tidak bergunaka karena akses mereka dalam memenuhi kebutuhan terhambat, oleh karena itu program pengentasan kemiskinan baiknya tidak dipukul rata setiap wilayah tapi dibuat berdasarkan kebutuhan wilayah tersebut.

Setelah melihat kemiskinan indonesia sekarang dan masa lalu, maka saatnya untuk mencoba melihat kemiskinan indonesia dimasa yang akan datang, beberapa literatur media internet sudah mencoba mengambarkan kemiskinan indonesia dan dunia dimasa depan, misalnya saja :
1.       Asia bebas kemiskinan pada tahun 2020 ( ADB)
2.       Akhir kemiskinan global pada tahun 2030 (PBB)
3.       Tidak ada Negara miskin, Jakarta bebas kemiskinan pada tahun 2035 (Bill Gates, Ahok)
Dengan adanya beberpa rencana besar dari lembaga utama dunia untuk mengentaskan kemiskinan maka membuat upaya pengentasan kemiskinan di indonesia sedikit cerah, namun bisa dilihat dari beberapa literature diatas terjadi hal yang tidak konsisten terjait pengentasan kemiskinan di dunia dimana PBB sudah merencanakan dunia bebas kemiskinan pada tanggal 2030 namun Jakarta sendiri baru mencanangkan bebas kemiskinan tahun 2035.  Apapun itu upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan bukan saja dengan program dari atasan tapi juga dengan program turun lapangan oleh guru besar kemiskinan, seperti halnya yang dilakukan oleh Muhammad Yunus yang mendirikan Bank Rakyat untuk mengentaskan kemiskinan di Bangladesh.


-kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan proposal policy (usulan kebijakan), karya tulis ilmiah dan konferensi kemiskinan saja, kita harus turun langsung ke tempat kemiskinan itu baru kemiskinan akan terselesaikan-

NB : artikel ini dimuat dimajalah sektor edisi 32 tahun 2016

Masa lalu saya nak baca karya orang tentang kemunduran peradaban, Rumah sekolah dan sang pencerah adalah indikator mutlak maju mundur...


Masa lalu saya nak baca karya orang tentang kemunduran peradaban,
Rumah sekolah dan sang pencerah adalah indikator mutlak maju mundurnya peradaban.
Kondisi sekarang,
- rumah ditinggal oleh sang pengelola rumah (ibu) karena pekerjaan dan uang sepertinya lebih manis dari anak yang sholeh dan sholeha
- sekolah ditinggal sang pahlawan tanpa tanda jasa (guru) karena melihat sertifikasi dan kepentingan lain / non mengajar menjadi aspek penting pencintraan sekolah daripada upaya n
yata mengajar pemimpin bangsa yang sedang bersekolah.
- sang pencerah kini lupa jalan pulang ke rumah, mengatas namakan agama dalam setiap tindakan tercela,
haruskah semua kembali pada jahilia, ataukah sekarang jahilia modern..

terlepas dari itu mari kita potong generasi2 lama itu, perbaiki rumah, bangun sekolah tauladan mentauladani sang pencerah.

Membuka lembaran baru dari goresan tinta lama,   Bahasa berubah seperti gaya romance kala itu, Sungguh kuingin mengulang masa itu, ...

Membuka lembaran baru dari goresan tinta lama, 

Bahasa berubah seperti gaya romance kala itu,
Sungguh kuingin mengulang masa itu,
Masa penuh suka dan sendu.
Bukan ambisi macam waktu ini,
Berlari kesana kemari, mencoba peruntungan dari hasil berfikir sendiri,
Lagi lagi saya harus sadar, ada masanya buah dipetik dari pohon,
Ingin bebas dan berekspresi liar.

Eh eh eh knapa lah bahasa yang saya gunakan jadi seperti ini,,,

Gaya ilmiah kini menjadi sastra, 
Mungkinkah efek dari drama ada apa dengan cinta dua ???
Entahlah tapi sejatinya bahasa ini yang legakan batin saya tuk capai kemenangan nyata.
Bukan bahasa ilmiah yang kaku tak beraturan yang buat pikir jadi berat dan tak tenangkan jiwa.


Heey sudahlah nikmati saja, mendayu, lembut, tenang dan menenangkan,

Menjadi tuli informasi, buta media, bisu pengetahuan, tapi merdeka dalam kenyataan.
-Aku ingin bebas sekian masa lagi-
sumber lain

Mencitra kawan, Berusaha mencitra baik untuk diri sendiri Berusaha mencitra buruk pada bukan diri sendiri Dewasa ini banyak topeng pada ...

Mencitra kawan,
Berusaha mencitra baik untuk diri sendiri
Berusaha mencitra buruk pada bukan diri sendiri
Dewasa ini banyak topeng pada wajah asli manusia
Saya takuuuut, semua seperti buih dilautan yang nampak di permukaan namun kosong pada aslinya.
Sok mengemban misi menyelamatkan lingkungan dan mengutuk semua kesalahan manusia pada lingkungan.
Kebakaran hutan, banjir, polusi udara dikutuk habis habisan karena tak amankan lingkungan.
itu tak salah.pun juga dengan orang lain yang memperjuangkan hak hak kemanusiaan yang sering kita sebut HAM,itu pun tak salah
Lalu ??? Lalu apaa??? lalu yang mencitralah yang tak pantas, semenjak media menjadi alat efektif untuk berproses maka semenjak itupula manusia mencitra melalui media, demo kecil kecilan di depan gedung dewan dengan tuntutan yang tak jelas akan menjadi sangat heboh dan fantastis ketika media datang meliput dan membesarkan beritanya, citra akan naik.
Sepertiny citra perlu ditengelamkan bahkan dibakar atau mungkin dikubur, citra tak baik bagi kesehatan pemikiran. saya rasa bukan hanya si citra tapi juga si media, keduanya sudah berkoalisi membentuk kepribaian yang salah pada manusia, kejahatan semakin heboh, namun idak sedikit yang membela si citra dan si media karena merasa diuntungkan dengan mereka, masih ada manusia yang merasa bahwa jika dirinya sendiri untung maka tak kan peduli keuntungan orang lain, yaah oportunis namanya,

Saya tak nak berjanji untuk jadi orang baik tapi saya nak usaha untuk jadi orang baik, citra ditinggalah sudah, mencitra biar politisi saja ataupun dengan manusia lainnya yang wajahnya penuh topeng, mahasiswa ??? yaah bolehlah kalau ada yang merasa, sekali lagi saya tak nak sudah jadi orang baik, saya nak proses jadi orang baik, jadi salahkah saya bergumam macam ini...

sumber lain, mencitra huhuhu

Prestasi, itu yang terfikir kini Bukan sebagai penunjuk harga diri Tapi lebih pada sikap menghargai kasih ilahi Berjalan saja tanpa...


Prestasi, itu yang terfikir kini
Bukan sebagai penunjuk harga diri
Tapi lebih pada sikap menghargai kasih ilahi
Berjalan saja tanpa rencana
Tak juga berlari dengan tergesa gesa
Membuka mata hati
 
Membuka mata kasih
Itu yang kulakukan kini
bukan orientasi gelar pribadi
Bukan juga tuk perkaya diri
Cukup hanya ingin tingalkan kenangan manis saat ini
Ya setiap situasi dimana saya berdiri
Patutlah ada bekas keringat saya untuk beri kenangan indah disini
Entah sampai kapan
Entah siapa kawan
Cukup pandang lurus kedepan
Dan kerjakan
Maka kelak hasil kan datang

Lelah sungguh
Piluh tak mampu
Berjalan sendiri
Tanpa seorang kasih
Terus melangkah raih prestasi
Biar kutunggu di jalan tepi

Semua berubah tak sesuai aslinya Banyak topeng yang dulu terpakai kini terlepas begitu saja Wajah wajah bopeng penuh bekas cacar terlihat...

Semua berubah tak sesuai aslinya
Banyak topeng yang dulu terpakai kini terlepas begitu saja
Wajah wajah bopeng penuh bekas cacar terlihat jelas di depan saya
Ternyata begini asli mereka.
Memuji laksana dewa dewi
Bercengkrama mesra layaknya suami istri
Berjalan berdampingan seperti orang pacaran
Mengapa demikian,
Teman teman yang dulu seperjuangan ternyata pindah haluan
Saya tak selangkah lagi dengan apa yg mereka kerjakan
Entah wajah bertopeng atau saya yang berubah
Entah semua terjadi begitu saja
Kini hanya menunggu dan mengharap pada sang kasih
Lantunan dan untaian kata tersusun rapi
Bukan maksut untuk jauh dan tinggalkan semua ini
Hanya waktu terbaik saat ini adalah menjauhi

Sekian waktu harapan bersatu akan tetap dalam kalbu

Dari sumber lain

Punggawa Arjuna dari SEKTOR Ini bukan tentang pencarian biasa ini kejadian luar biasa dipuncak arjuno ( 16 -19 September 2016 ), bera...

Punggawa Arjuna dari SEKTOR

Ini bukan tentang pencarian biasa ini kejadian luar biasa dipuncak arjuno ( 16 -19 September 2016 ), berawal dari ide dadakan untuk sejenak istirahat dan refreshing dari tugas pengerjaan majalah dan aktivitas organisasi, akhirnya aku, bagas, dika, koko, mamlu, riga, sirozil, tari dan uqi, memutuskan untuk menikmati arjuno.

Tanpa persiapan ini itu, tanpa wacana ABCDE, cas cis cus jumat malam (jam 10.00an lah) kita berangkat. Sampai pos perizinan sudah ada beberapa pendaki yang siap mendaki, cukup mahal  pendakian kali ini, tiket perhari 10.000 ditambah parkir sepeda 5.000 per hari, tapi untuk alam dan upaya menikmati kuasa tuhan tidak ada kata mahal deh.

Mendaki dimulai dengan doa, lantunan permohonan ampun terucap rapi dalam hati, bukan niat apa apa emang sudah menjadi kebiasaan kalau langkah di gunung diniatkan untuk mohon ampun dan lebih dekat dengan tuhan.

Malam gelap, Sinar lampu terangi jalan, Senyap dan deru langkah kami iringi perjalanan ini. Ditengah malam keputusan untuk mendirikan tenda dan kamp akibat guyuran hujan dilakukan, istirahat sejenak lalu sinar hangat matahari membangun kami, sop dan gorengan sosis menjadi menu dipagi hari, makan pagi dan melanjutkan perjalanan menujuh kopkopan, mengambil air sejenak lalu melanjutkan ke pondokan, lihat kanan kiri penuh rumah jerami dengan bongkahan belerang hasil tambangan oleh penduduk pribumi, tapi langkah kami tidak berhenti disini, lembah kidang menjadi kamp kami untuk bermalam sebelum melanjutkan perjalanan 5 jam kepuncak arjuno.

Pagi pukul 04.30 selesai shalat dan persiapan menujuh puncak dipersiapkan, 2 tas carier dan seperangkat kebutuhan lainnya sudah siap, keseluruhan tim memutuskan untuk mencapai puncak. Jam 05.00 memulai perjalanan, melewati semak belukar, hutan cemara udang, bongkahan batu, tanjakan penyesalan (karena tanjakan tidak ada habisnya), turunan, berjumpa rekan pendaki dari tim lain, sensasi canda tawa, suka duka, gelak tawa, amarah dan rasa kesal juga menyelimuti perjalanan kami, huiih penuh sensasi, perjalanan sampai dipuncak kurang lebih 5 jam jadi sampai dipuncak arjuno kurang lebih jam 10.00an atau sekitar 11.00an lah uda lupa maklum uda hampir tua otaknya, jadi kalau ditotal selama perjalanan dari pos perizinan sampai uncak kurang lebih 16 jam, belum termasuk istirahat2 nya, maklum pendaki yang lebih mementingkan menikmati alam daripada mengejar target waktu pendakian (haha pembelaan banget), berfoto ria di puncak gunung arjuno, namun aku tidak bisa ikut foto bersama bendera sektor, ditinggal foto sama teman teman, soalnya pas teman teman uda sampai dipuncak aku masih tidur di lereng menujuh puncak, asem banget hiks,,

Oke, 20 jam diatas tidak termasuk petualangan menujuh puncak, ini tentang setelah puncak arjuno, jam 12,00 (Minggu, 18 September 2016) kami memutuskan turun dari puncak, satu persatu teman turun, karena kondisi saat itu aku lagi puasa jadi memutuskan untuk turun perlahan dan dibelakang barisan, bersama temanku (bagas/gono/gembel,dll haha).

Ini diawali ketika ada 2 rute untuk turun, satu rute menaiki batu dan menujuh lembah kidang dan satu rute menurun menujuh jalur lawang, ketika itu bagas memutuskan untuk menuruni rute, sebelum berlanjut aku sudah menanyakan ke dia “apa benar itu rute yang kita lewati” dia jawab benar, oke lanjut petualangannya, kami (aku dan bagas) mengikuti rute menujuh alur pendakian lawang, kami melewati turunan, makam, semak belukar, tanpa bertemu seorang manusiapun, akhirnya mulai mempertanyakan rute yang kita lewati, huuh berbagai pertanyaan dikalahkan dengan hipotesisku dimana rute menujuh kebawah pasti akan bertemu dengan pos perizinan dimanapun itu akhirnya kita terus turun mengikute rute yang salah.

Sampai akhirnya jam 13.00 kami memutuskan untuk shalat sejenak, shalat dhuhur dan ashar digabung, setelah shalat kita berdiskusi dan membuat sebuah keputusan, keputusannya adalaaaaah mengambil jalan terobosan non rute untuk menyusul teman teman, kami menuruni lembah melewati semak, bebatuan, lembah beralaskan daun pohon cemara, bunga liar dan terus menurun, tidak hanya menurun, dalam perjalanan 2 jam mencari rute kembali yang tak kunjung ditemukan kami juga melewati perbatasan satu bukit dengan bukit yang lainnya kami memutuskan untuk mendaki ke puncak bukit untuk melihat situasi namun tak satupun yang dapat kami lihat, kabut dan awan sudah menyelimuti wilayah sekitar kami, dingin sudah mulai terasa, huuh rasa lelah, kedinginan, ditambah kebingungan akan sebuah kesesatan jalan menambah aroma dramatic petualangan 20 jam kami.

Tepat jam 15.00 kami kembali berdiskusi dan membuat keputusan, yaa keputusan untuk kembali menujuh rute awal sebenarnya, namun kita tidak melewati jalan terobosan awal yang kami lewati tadi siang, kami terus berjalan dalam kebingungan, sesekali menikmati alam dan memetik buah liar mirip berry dihutan sebagai bekal buka puasa nanti, kami juga melewati jembatan dari pohon yang tumbang, sungguh mengesankan, terus berjalan dan tetap berpikir positif, jam 16.30 ada keputusan baru, melihat matahari sebalah barat dan menggunakan analogy ketika berada dipuncak bahwa ketika kita berangkat matahari berada di sebelah timur maka keputusan baru dari kami adalah mendaki puncak bukit untuk kembali ke rute, ya benar setelah dipuncak bukit kami menemukan sayatan pisau di pohon, ada yang menujuh puncak bukit dan ada juga yang menujuh turunan, berdiskusi sebentar dan akhirnya kami menujuh puncak. Mengikuti sayatan pohon dan bekas botol air minum sambil terdengar suara adzan dan suara deru motor membuat kami sedikit optimis bahwa sebenarnya kami dekat dengan daratan meskipun akhirnya kami tahu bahwa itu efek udara yang membawa suara suara itu.

Mendaki lagi jam 05.30 kami berada di puncak bukit, langkah langkah kaki yang melelahkan ini membuat sedikit senyum dan rasa syukur bagi diri kami, di puncak bukit dipohon cemara terpasang rapi petunjuk arah dan tulisan menujuh puncak, berarti memang benar rute ini rute resmi menujuh puncak tapi kami tidak bisa melanjutkan perjalanan, perbekalan yang kami bawa hanya satu sarung, tas foto dika yang isinya foto, hape dan andromax uqi, tanpa headlamp tanpa logistic tiada makanan tiada minuman dalam perjalanan kesesatan kami, akhirnya buah berry yang tadi dipetik saya jadikan menu berbuka tanpa meminum apapun, tenggorokan menjadi kering, mantap habiis.

Kita membuat keputusan lagi yaitu tidur dibawah pohon untuk malam ini karena meneruskan perjalanan sama halnya mendekatkan kita dengan jurang karena tidak ada perbekalan yang menunjang, sehelai sarung sebagai alas, rain cover sebagai selimut, tas poto sebagai bantal dan pohon semi tinggi sebagai penghalang dari angin gunung serta sinar bulan sebagai penerang sendu di gelapnya malam puncak arjuno. Setelah sehelai sarung digelar, tayamum, lalu dilanjutkan shalat maghrib dan isya’, kami memaksakan untuk tidur, sesekali terbangun, sesekali mengingil, sesekali ganti posisi tidur (karena bagai hanya memakai kaos oblong dan itupun sobek lengannya), kaki ditekuk, tangan mengengam erat dan dimasukan dalam jaket, mencoba menghangatkan diri dengan segala strategi, sambil terus menyebut dan mengingat allah dalam setiap waktu, ada dua pengharapan kami saat tersesat yaitu bertemu rute asli atau bertemu orang untuk member informasi, sesekali kulihat keatas terlihat bintang yang trang, bulan purnama yang indah, dan kulihat kebawah Nampak lampu lampu pemukiman penduduk, namun cukup hanya sampai disitu, dinginnya malam tak mampu berbuat lebih, pengharapan terakhir di malam itu adalah sesegerakan kami bertemu pagi agar badan hangat dan segera bertemu kawan.

05.59, Sinar matahari pagi sudah meninggi meskipun dingin masih menyelimuti tubuh kami, dengan rasa terpaksa kami harus bangun dan segera melangkah lagi, memang sungguh sangat dekat allah dengan kami, masih terngiang dipuncak tanpa perbekalan, termasuk juga minuman, dalam perjalanan kami pagi itu allah menitipkan satu botol minuman disemak belukar, ya memang rasanya tidak sesuai harapan tapi itu cukup mengisi energy kami agar tidak terjadi dehidrasi,  kami melanjutkan perjalanan menujuh puncak, melewati makam lagi, tapi kali ini 3 makam, assalamualaikum ya ahli kubur kami ucapkan, puncak gunung kembar 1 menjadi persinggahan kami sekarang, sembari melihat kondisi sekitar dan mengingat rute kembali akhirnya perjalanan dilanjutkan, menuruni hutan dan bebatuan. Kami baru sadar ternyata perjalanan menujuh puncak kemarin penuh tanjakan.

Pukul 07.00 kami mengucapkan syukur lagi, ketika itu kami bertemu 4 pendaki asal malang, hal ini memastikan bahwa rute kami benar, yeeey, sembari minta logistic juga karena uda semalaman tak ada makanan masuk ke perut, dan mereka memberi sebungkus mie instan, tapi ini sama saja karena sampai bertemu kawan kawan kami mie instan itu belum termakan juga, entah karena tidak lapar atau memang mood yang merasa kenyang, lalu melanjutkan perjalanan dan bertemu 2 pendaki asal malang lagi, dengan cirri khas sarung yang ada pada diri kami mereka menanyai kami “masnya yang kemarin malam hilang ya, temen temennya di lembah kidang nyariin mas” wuiih syukur lagi dah, berarti teman teman belum pada balik, membuat semangat untuk turun semakin kuat, minuman jernih yang dibawah pendaki itu juga coba kami minum (maklum uda lama ngak minum yang seger2) kami berterimakasih dan melanjutkan perjalanan kembali.

Sesampainya di jalur perpisahan rute arjuno dan welirang bagas sempet membuat video documenter kesesatan kami, lucuh emang tapi aduuh udik banget, jadi keinget dia waktu minta tolong saat kesesat di jalur non rute ,(toloooong dengan nada yang memprihatinkan, haha lucuuuu) setelah membuat video perjalanan kesesatan kami dilanjutkan dengan istirahat di lembah kidang satu (tempat anak ketintang ngekamp), mereka juga bilang kalau kami dicari rombongan kami, sambil membersihkan diri dan mengambil air bersih, kami berdiskusi dengan mereka, dan melanjutkan perjalanan menujuh lembah kidang 2 (tempat kamp teman teman kami), akhirnya, sampai dan kami disamput dengan haru biru dan tangisan kebahagiaan hahahahah kwkwkwkwk, (kagak sedramatis itu aslinya )

Jam 08.30an kami sampai di kamp awal kami, disuguhi biscuit, roti dan air minum, diselingi canda tawa ketika tersesat, kuliah umum saat tersesat dihutan digelar oleh teman teman dengan narasumber hebaat (aku dan bagas) namun tidak lama kemudian kami bersih diri dan berkemas untuk kembali, 20 jam lebih tersesat-mantap bukan, pendakian itu petualangan bukan mentarget waktu, cobalah untuk mendekat ke alam, menikmatinya, dan kamu tahu bahwa apa hakikat mendaki, bukan puncak sebagai tujuan tapi proses petualanganlah yang diinginkan.

Tragedy tambahan setelah 20 jam. Sampai di Surabaya jam 10.30an lah, berkemas dan pulang, perjalanan pulang nampak biasa, namun sudah terasa ada sesuatu yang terjadi, dengan kondisi capek dan ngantuk saat berkendara, alhasil di pasar asem daerah banyuurip supra 125  menabrak Yamaha motor gede, tidak tahu bagaimana tabrakannya, aku Cuma inget sudah berada di aspal dengan sepeda berada diatas tubuhku, dan pengendara Yamaha yang ingin menghantamku dengan helmnya, tidak ambil pusing saat itu, karena emang sikap tenang dan menenagkanku suasana terkendali, uang 500 ribu jadi bayaran ganti rugi sepeda Yamaha yang rusak, kaki bengkak dan goresan luka ada di tangan dan kaki bekas kelalaian ngantuk dijalan, emang sebaik baik rencana adalah rencana tuhan, tak usah bingung buat rencana, allah sudah susun rencana yang luar biasa untuk kita, tinggal kita percayai dan jalani aja, lihatlah air maka kamu akan menikmati proses air, di atas, dibawah, tenang, bergemuruh, sungguh sensasi luar biasa.

Sekiaaan, next trip next artikel,

Benar –Baik – Berguna - Sebarkanlah
Edukasi – Rekreasi  - Sensasi


Ketik, hapus, ketik hapus, ketik dan seterusnya… Kebiasaan buruk ini sering aku alami ketika mulai menuliskan sebuah cerita, but sho...


Ketik, hapus, ketik hapus, ketik dan seterusnya…

Kebiasaan buruk ini sering aku alami ketika mulai menuliskan sebuah cerita, but show must go on, hehehe,, okay artikel ini sebagai upaya pembelaan saya karena uda lama ngak ngeblog, rutinitas yang menjenuhkan sudah beberapa bulan ini mempengaruhi saya, tepat di bulan ini, bulan yang ceria, yups September ceria, bukan hanya ceria karena ada momen idul adha dan ibadah haji tapi juga bulan lahirnya sang penulis.

Benarkah September tahun ini ceria, noooops, ada beberapa tragedy dibalik cerianya September ini, aku coba ceritakan kemana saja ketika tidak ada tulisan yang nempel di dinding blog ini, selain itu juga aku bakalan nulis tentang masa depan September ceria haha, yuhuy ayo mulai.
akhir perjalanan artikel di blog ini adalah kisah tentang kelas konstitusi dari organisasi legislasi kampus, cukup kaku sih tapiiii lewati ajalah. Setelah ngadain acara kelas konstitusi di bulan april, lalu lanjut dengan ujian tengah semester, diputuskanlah untuk menikmati alam sejenak.

Akhir April (29 April – 1 Mei 2016) bersama rekanan dari teman pers kampus dan temen2 lainnya kita mencoba menikmati segarnya udara gunung butak (wilayah panderman). Pengalaman mendaki sudah aku mulai sejak liburan unas SMA, ketika itu gunung arjuno menjadi pilihannya, lalu saat kuliah di malang aku juga sempat menikmati indahnya ranu regulo kawasan gunung semeru, dan yang terakhir itu bersama kawan SMA juga menikmati pesona ranu kumbolo dengan tanjakan cintanya. Jadi pendakian kali ini bukan hal baru bagiku meskipun rute dan kondisinya aku belum tahu pasti. Meskipun tidak asing dengan pendakian tapi dari serangkian perjalanan yang aku alami, puncak gunung belum pernah aku capai, tapi di pendakian kali ini aku berhasil mencapai puncak gunung butak, yeey,
Puncak butak bersama rekan pers

Mei dan Juni kelabu, setelah bercengkrama mesra bersama alam, kini saatnya diskusi regulasi dari organisasi legislasi (BLM FEB UNAIR), diskusi kali ini membahas UU kaderisasi dan UU pengawas, dari serangkaian kegiatan yang dilakukan aku pribadi merasa jengkel karena respon mahasiswa terkait peraturan2 di fakultas cukup rendah bukan hanya pada tahap 1 pada tahap 2 pun juga seperti itu, sangat rendah minat untuk berdiskusi terkait regulasi yang ada, entahlah siapa yang salah aku atau mereka but semua harus dilakukan. Pun demikian dengan internal organisasi, minimal dengan organisasi yang punya minat berlegislasi harusnya dan baiknya mereka juga belajar dan memahami aturan apa saja yang ada, mereka cenderung omong doing, ogah dan jenuh dengan semuanya, sudah difasilitasi dengan link untuk mengkritisi peraturan eh malah tidak ada respon, lain lagi juga dengan LPJ tengah tahunan, dengan alasan ABCDE…. Mereka tidak do it, akhirnya saya pahami diri saya bahwa saya berlalri terlalu cepat dibandingkan dengan mereka, mentoleransi kelemahan sebenarnya tidak aku inginkan tapi… huuuh. Akhirnya sampai bulan ini lpj tengah tahunan tidak di publish, whats wrong boooos, emang dasar mei juni kelabu.

LPJ tengah tahunan komisi Legislasi BLM, bisa dicek di link BLM

Juli tiba, tinggalkan kelabunya bulan lalu mencoba menatap bulan baru, akhir ujian, libur lebaran, segala upaya dikerahkan untuk membuat sebuah perencanaan, mulai dari perlombaan sampai membeli sebuah perumahan haha. Hanya rencana sih tapiiii emang sudah digariskan menjadi insane tanpa rencana jadinya tak terwujudnd semua dah rencana 2 nya, di bulan ini ada rencana untuk ikut intermediate traning HmI di cabang Jakarta pusat dan utara ( LK 2 HmI), namuun lagi lagi hanya rencana, hanya karena belum prepare makalah Lk dan pendaaan yang seret akhirnya mundur deh, di bulan ini juga ada keluarga yang nikahan, lihat orang nikahan jadi inget umur, sekarang umurku 22 tahun, kalau merujuk usia pernikahan bapak sama ibuk, usia sekitar 19 tahun uda nikah dan usia 20 tahun uda ngelahirin aku maka baiknya aku segera menikah haha, jangan jangan ah ntar ngak focus kapan kapan aja nikahnya.
 
LK 2 JAKPUSTARA yang sayang tak berangkat

Itu juni, sekarang agustus. Bulan kemerdekaan tapi ngak merdeka amat, masih banyak kemiskinan nyata di indonesia,di agustus ini aku mencoba untuk melihat jawa timur lebih luas, mulai dengan melakukan survey politik di bojonegoro (kedungadem) dan juga pengawasan abdi desa di jombang (jipurapah), selain itu juga melakukan internalisasi skill menulis dengan bantuin redaksi sektor nyusun majalah edisi 32, daftar peneliti muda pusat data feb sama ngelamar kerja di harian Surabaya pagi. Yaa bulan ini cukup sibuklah haha,  oh ya termasuk pengawasan pikmen (ospek fakultas) dan kegiatan lainnya dah,, banyak hal yang aku temukan dalam petualangan di bulan agustus, misalnya saja saat survey politik CSIS – evaluasi kinerja 2 tahun pemerintahan jokowi JK ( 9 -10 Agustus 2016) bisa dipastikan adanya korelasi kuat antara kepemilikan TV, Channel TV dan Pengetahuan politik seseorang. Masyarakat kedung adem yang sering menonton Channel TV politik ( Metro dan TVone) memiliki pengetahun politik yang lebih tinggi dibandingkan masyarakat lainnya, ada temuan baru juga di wilayah kedung adem, disini meskipun pengeluaran bulanan masayarakatnya sekitar 400.000 perbulan, mereka tidak merasa miskin, mereka bahagia dengan kehidupan mereka, perjalanan berangkat dan pulang membuat aku lebih mantap dengan kuasa ilahi, dengan sawah yang masih alami, tanaman tembakau dikanan kiri jalan, aktivitas masyarakat yang guyup dan gotong royong masih terlihat, berbeda jauh dengan di kota. Tidak jauh beda dengan yang aku alami di jombang, dengan akses yang terbatas yaitu dengan rute jalan berupa batuan seolah olah masyarakat disini terisolir dengan kemajuan kota, perekonomian yang bergerak di sektor pertanian dan hutan, dan ada kesamaan antara dua desa yang aku kunjungi, keduanya ternyata ada masyarakat miskin yang tidak menerima kartu indonesia sehat, pintar dan sejahtera, entah apa kah indicator miskin di desa dan dikota berbeda namun jika merujuk secara riil di lapangan bahwa warga di desa yang hanya berlantaikan tanah, berdinding bamboo tidak mendapatkan kartu indonesia sejahtera namun di kota penduduk yang mendapatkan upah 2 juta mereka mendapatkannya dan hal ini dikonfirmasi ulang oleh pak Taufik Hidayat (alumni sektor – yang pernah bekerja di lembaga pengentasan kemiskinan) bahwa memang sulit menerapkan metode tersebut untuk mengentaskan kemiskinan. Ya itu secuil kisah di bulan agustus,untuk kisah detailnya ada serialnya tersendiri hahaha
 
Pak Taufik Hidayatdan bersama dika dan mas syeh setelah berdiskusi sampai jam 11

September ceria. Adalah bulan dimana sang pena dilahirkan. Tapi ini tidak hanya tentang kelahiran sang pena. Kita mulai dari semester baru yang sudah mulai dilakukan, tidak jauh berbeda dengan beberapa semester lalu, buku, dosen, tugas, dan seterusnya, jenuh bukan, yups jenuh, tapi jangan melihat dari jenuhnya saja, buat inovasi. Kamu akan merasa menikmati kuliah jika kamu coba cari hal unik disetiap pertemuan kamu dengan dosen lalu berdiskusilah. Udah ah malas bahas kuliah. Lanjut bahas detik detik ulang tahun saja ya hehe, hari lahir kali ini menjadi sedikit berwarna, di tahun ini tanggal 16 september tepat di hari jumat dan hal ini sama halnya dengan 22 tahun yang lalu, for your information saya lahir jumat `16 september 1994 pukul 03.00 dengan dibantu oleh dukun beranak di rumah sendiri (jalan raya morowudi 08 cerme gresik). Saat kelahiran sudah ada konflik yang memanas di internal keluarga, mbah/kakekku (basri) dengan watak kerasnya beliau ingin aku diberi nama alqoma, tanpa alasan apapun dan sampai sekarang kakekku meninggal aku juga belum tahu pasti apa makna nama itu, meskipun kita semua tahu bahwa kisah yang beredar di dunia islam bahwa alqoma adalah anak sholeh yang menjadi durhaka tapii tidak dengan alqoma sekarang, menjadi taat pada orangtua dan bertaqwa pada Allah SWT itu dirinya haha. Oke lanjut lagi ke konfliknya, sang mbah pengen namaku alqoma tapi keluarga ngak mau karena kurang baik nama itu, akhirnya boyot (ibuk dari neneku – iyot siti) menambahinya dengan kata subkhi, sejauh ini makna subkhi diartikan lahir pada subuh dan bisa juga diartikan suci, diambil dari kata subkhanallah (maha suci allah), uda deh ujungnya saya sudah lahir dan dewasa haha,, di 22 tahun ini ada yang menarik dan sepertinya ada kisah yang berulang, kamis 15 september 2016 kakak mbahku (mbah basir) meninggal dunia, di jumat pagi tepatnya jam 02.45 perut bapak mules, kembung seperti orang melahirkan, kejadian ini membuat aku berfikir bahwa apakah saat aku dilahirkan dulu semacam itu, entahlah, dan di hari lahir yang ke 22 ini ada aisyahnya rosullullah yang mengucapkan barokallah fii umrik mas, lalu kujawab dengan jempol manis haha, udah udah jangan bahas wanita deh,, selain itu juga ulang tahun ini juga kunikmati dengan pendakian gunung arjuno bersama rekanan sektor, tanpa wacana berbelat belit lets go on aja hehe, banyak kejadian di gunung, mulai dari kesesat sampai menginap semalaman dipuncak lalu setelah perjalanan pulang nabrak motor gara gara ketiduran di sepeda, huuh banyak dah untuk kisah detail pendakiannya, diartikel lain hehe.

Lelaki petualang arjuna 


Soo itulah kenapa madding blog akhir akhir ini sepi, tapi bismillah kedepannya pengen nulis minimal tiap minggu deh, karena menulis membuatku lebih bebas dan perasaan yang kupendam akhirnya tersalurkan juga, serasa plooong banget, terkait nanti respon hasil tulisan yang ABCDE.. itu pasti, udah saatnya kembali ke jiwa yang lama, kembali menulis.